Dolar AS di Tengah Gejolak: Analisis Kurs 8–11 Okt 2025

Pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Rupiah Indonesia (IDR) selalu menjadi sorotan utama dalam pasar keuangan. Sebagai indikator kesehatan ekonomi dan daya saing perdagangan, fluktuasi kurs ini memengaruhi hampir semua sektor, mulai dari harga barang impor, biaya utang luar negeri, hingga keputusan investasi.

Artikel ini akan melakukan analisis mendalam mengenai dinamika nilai tukar USD/IDR yang terjadi dalam periode singkat namun penuh gejolak, yaitu dari tanggal 8 hingga 11 Oktober 2025, berdasarkan data grafik dan referensi kurs Bank Indonesia.

Analisis ini sangat penting bagi investor, eksportir, dan importir yang menjadikan kurs dolar sebagai patokan utama.

Analisis Pergerakan USD/IDR: 8–10 Oktober 2025

Kurs Dollar ke Rupiah - Google - 12 Oktober 2025
Gambar 1. Kurs Dollar ke Rupiah (Google)

Berdasarkan data grafik dari Google (Gambar 1), yang mencakup periode 5 hari hingga 10 Oktober 2025 (termasuk 8 hingga 10 Oktober), terlihat jelas bahwa pergerakan dolar terhadap Rupiah menunjukkan volatilitas yang signifikan.

Batas Tertinggi dan Terendah

Secara umum, grafik menunjukkan tren apresiasi pada akhir periode 5 hari, di mana nilai tukar ditutup pada level 16.604,5932 pada 10 Oktober pukul 8:49:18 PM UTC.

  • Batas Tertinggi (High): Berdasarkan pengamatan visual pada grafik 5 hari (Gambar 1), puncak tertinggi yang dicapai mendekati level 16.620 pada awal periode 5 hari tersebut dan kembali menyentuh level tersebut menjelang penutupan pada 10 Oktober. Pergerakan ini mengindikasikan tekanan permintaan dolar yang kuat di pasar.
  • Batas Terendah (Low): Titik terendah (palung) yang terekam dalam periode ini jatuh pada tanggal 9 Oktober, di mana Rupiah sempat menguat hingga mendekati level 16.520. Penurunan tajam ini seringkali dipicu oleh sentimen positif domestik, seperti intervensi Bank Indonesia atau berita baik dari data ekonomi domestik.

Secara kumulatif, nilai tukar USD/IDR mengalami kenaikan tipis sebesar 0,067% atau sekitar +11,1932 poin dalam periode 5 hari tersebut, menegaskan bahwa tren jangka pendek condong ke penguatan dolar.

Kurs Referensi Bank Indonesia pada 10 Oktober 2025

Untuk mengukur nilai kurs resmi yang digunakan dalam transaksi perbankan domestik, kita merujuk pada data kurs netting Bank Indonesia (BI) pada 10 Oktober 2025:

  • Harga Beli Dolar: Rp 16.451,33
  • Harga Jual Dolar: Rp 16.616,67

Perlu dipahami bahwa kurs BI ini adalah kurs referensi yang digunakan bank untuk transaksi valuta asing. Kurs jual BI sebesar Rp 16.616,67 menunjukkan level psikologis baru yang ditembus dolar dalam transaksi resmi, mencerminkan bahwa permintaan terhadap dolar masih tinggi, dan Rupiah berada dalam tekanan. Angka ini juga konsisten dengan puncak harga pada grafik pasar spot (Gambar 1).

Analisis Detil Pergerakan USD/IDR: 11 Oktober 2025

Kurs Dollar ke Rupiah - KursDollar - 12 Oktober 2025
Gambar 2. Kurs Dollar ke Rupiah (KursDollar.org)

Pergerakan pada 11 Oktober 2025 (Gambar 2) memberikan gambaran lebih rinci mengenai volatilitas harian setelah penutupan pasar pada 10 Oktober. Grafik ini menunjukkan pergerakan dari pukul 00:00 hingga 23:30 WIB.

Batas Tertinggi, Terendah, dan Rata-Rata Harian

Pada hari Sabtu, 11 Oktober 2025, pergerakan dolar masih menunjukkan gejolak:

  • Batas Tertinggi Harian: Dolar mencapai puncaknya pada level 16.625,48 di awal hari dan kembali menyentuh level tersebut sekitar pukul 17:00 hingga 18:00 WIB. Ini merupakan level tertinggi yang terlihat di seluruh periode 8–11 Oktober dan menegaskan bahwa momentum penguatan dolar terus berlanjut.
  • Batas Terendah Harian: Nilai tukar terendah hari itu berada pada kisaran 16.539,54, yang tercapai menjelang penutupan hari (setelah pukul 23:00 WIB). Penurunan ini menunjukkan adanya profit taking atau intervensi jelang penutupan.
  • Rata-rata Harian: Berdasarkan rangkuman data di Gambar 2, nilai rata-rata pergerakan dolar pada hari itu adalah 16.554,46. Angka ini menunjukkan bahwa secara umum, meskipun terjadi fluktuasi tajam, rata-rata perdagangan berada di bawah batas penutupan hari sebelumnya (16.569,53), mengindikasikan adanya koreksi harga ke tingkat yang lebih stabil.

Data Historis dan Implikasi Jangka Panjang

Data historis yang tersaji pada Gambar 2 juga memberikan konteks penting bagi pergerakan USD/IDR:

  • Penutupan Kemarin (10 Okt): Rp 16.569,53
  • Awal Tahun (YTD): Rp 16.219,12
  • Pergerakan YTD: Rp 16.116,20 – 16.963,77

Angka-angka ini menunjukkan bahwa nilai tukar saat ini (di sekitar Rp 16.600) masih berada dalam rentang tahun berjalan, tetapi telah menguat 1,99% secara Year-to-Date (YTD) atau 322,46 poin dibandingkan awal tahun.

Kekuatan dolar ini terutama didorong oleh perbedaan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia, serta ketidakpastian geopolitik global yang membuat investor cenderung memegang aset safe haven seperti dolar.

Kesimpulan

Periode 8 hingga 11 Oktober 2025 ditandai dengan volatilitas tinggi pada nilai tukar dolar AS terhadap Rupiah Indonesia. Meskipun terjadi lonjakan signifikan yang membawa kurs jual BI pada 10 Oktober menyentuh Rp 16.616,67 dan puncak pasar spot di Rp 16.625,48 pada 11 Oktober, rata-rata harian menunjukkan adanya stabilisasi di level sekitar Rp 16.554,46.

Bagi pelaku bisnis dan investor, tren penguatan dolar ini adalah sinyal untuk melakukan hedging terhadap risiko mata uang. Pemerintah dan Bank Indonesia harus terus memantau pergerakan dolar dan siap melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas Rupiah, mengingat tekanan global yang masih kuat. Memahami dinamika harian, batas tertinggi, dan terendah kurs dolar ini adalah kunci untuk pengambilan keputusan keuangan yang cerdas di pasar Indonesia.

Leave a Comment