Dollar AS Hari Ini 18 Juni 2026: Rupiah Stabil di 17.793 β€” Pulih 400+ Poin dari Rekor Terburuk

Dollar AS hari ini pada perdagangan 18 Juni 2026 menunjukkan stabilisasi yang signifikan. Setelah sempat menyentuh rekor terburuk sepanjang masa di Rp 18.190 pada 9 Juni 2026, rupiah berhasil menguat total 397 poin ke level

Written by: Admin NK

Published on: June 18, 2026

Dollar AS hari ini pada perdagangan 18 Juni 2026 menunjukkan stabilisasi yang signifikan. Setelah sempat menyentuh rekor terburuk sepanjang masa di Rp 18.190 pada 9 Juni 2026, rupiah berhasil menguat total 397 poin ke level Rp 17.793 pada penutupan 18 Juni 2026. BCA membuka e-Rate pagi ini di posisi Rp 17.725 untuk beli dan Rp 17.815 untuk jual β€” identik dengan penutupan kemarin. Bagi pelaku usaha, importir, pekerja migran, dan investor valas yang memantau dollar AS hari ini, stabilisasi di zona 17.700 ini menandakan bahwa tekanan terhadap rupiah telah mereda signifikan meski fundamental jangka panjang tetap perlu diwaspadai.

dollar as hari ini 18 juni 2026 rupiah stabil pulih dari rekor 17793
Dollar AS hari ini 18 Juni 2026: rupiah stabil di 17.793, pulih 400+ poin dari rekor 18.190, BCA e-Rate di 17.725/17.815

Ringkasan Kurs Dollar AS Hari Ini

Berikut snapshot data dollar AS hari ini terkini per 18 Juni 2026 yang perlu Anda ketahui sebelum menyusun strategi transaksi:

  • Spot Rate (18 Juni 2026): Rp 17.793 (Open 17.748, High 17.825, Low 17.748, Close 17.793) menurut data Yahoo Finance.
  • JISDOR BI (17 Juni 2026): Rp 17.719 per dolar AS (Kurs Jual 17.807,60 β€” Kurs Beli 17.630,40).
  • Perubahan Harian: +0.35% (rupiah menguat 63 poin dari penutupan 17 Juni 2026 di 17.730).
  • Tren 7 Hari: Bullish untuk rupiah β€” menguat 128 poin dari 17.921 (12 Juni) ke 17.793 (18 Juni).
  • Tren 30 Hari: Mixed β€” rupiah masih lebih lemah 400+ poin dibanding awal Mei 2026 (17.358).

Kurs Dollar AS Hari Ini β€” Data Real-Time

Kurs dollar AS hari ini di pasar spot bergerak stabil di kisaran Rp 17.700 – Rp 17.825. Level psikologis Rp 18.000 yang sempat tertembus pada awal Juni 2026 kini telah berhasil dijaga kembali, menciptakan ruang napas bagi importir dan pelaku usaha yang memiliki kewajiban dalam mata uang asing.

Mata UangKodeNilai (IDR)
πŸ‡ΊπŸ‡Έ Dollar Amerika SerikatUSD 17.790,43
πŸ‡―πŸ‡΅ Yen JepangJPY 110,23
πŸ‡²πŸ‡Ύ Ringgit MalaysiaMYR 4.294,98
πŸ‡ΈπŸ‡¬ Dollar SingapuraSGD 13.762,73
πŸ‡ͺπŸ‡Ί EuroEUR 20.383,20
πŸ‡¦πŸ‡Ί Dollar AustraliaAUD 12.476,61
πŸ‡ΉπŸ‡­ Baht ThailandTHB 540,54

Perbandingan Kurs Dollar AS di Bank Indonesia vs Bank Umum

πŸ’± Base Rate: Rp 17.789 / USD Cache
Diperbarui: 21 Jun 2026 14:34 WIB
BankKurs JualKurs BeliSelisih
🏦 Bank BCA e-RateRp 17.924Rp 17.814Rp 110
🏦 Bank Mandiri Special RateRp 17.869Rp 17.839Rp 30
🏦 Bank BRI e-RateRp 17.889Rp 17.689Rp 200
🏦 Bank BNI Special RateRp 17.884Rp 17.784Rp 100
* Rate dihitung otomatis dari base rate exchangerate-api.com + offset per bank. Offset disesuaikan secara berkala. Untuk rate exact, cek website resmi masing-masing bank.

Selain kurs spot, pelaku usaha wajib memahami perbedaan antara kurs tengah BI (JISDOR) dan kurs jual/beli di bank komersial. Per 18 Juni 2026 pagi, kurs BCA menunjukkan dolar AS di level Rp 17.725 (beli) / Rp 17.815 (jual) untuk e-Rate, dengan TT Counter di Rp 17.575 / Rp 17.850 dan Bank Notes di Rp 17.575 / Rp 17.850.

Tipe KursPenjelasanRelevan Untuk
JISDOR BIKurs referensi Bank IndonesiaTransaksi antar bank, perhitungan bea masuk
e-Rate BankKurs elektronik (online)Transfer online, e-banking
TT CounterKurs telegraphic transferTransfer valas ke luar negeri
Bank NotesKurs uang fisikPenukaran uang cash

Konteks Fundamental β€” Mengapa Rupiah Bisa Pulih ke 17.793?

Intervensi Agresif Bank Indonesia

Bank Indonesia tidak tinggal diam saat rupiah menyentuh rekor terburuk. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa BI akan terus hadir di pasar dengan langkah-langkah konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain intervensi spot, BI juga menerapkan threshold tunai beli valas USD 25.000 per pelaku per bulan dan mendorong penggunaan Local Currency Transaction (LCT) dengan mitra dagang utama untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Eskalasi Geopolitik Mereda

Tekanan dari konflik Timur Tengah yang sebelumnya memicu lonjakan harga minyak dan penguatan dolar AS sebagai safe-haven currency, mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Data ketenagakerjaan AS yang meningkat tak terduga pada April 2026 memang memperkuat ekspektasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi, namun pasar mulai memprice-in bahwa level 18.000+ sudah overvalued untuk rupiah.

Sentimen Domestik Membaik

Inflasi Mei 2026 tercatat 0,28% month-to-month, lebih tinggi dari April 2026 (0,13%), namun masih dalam kisaran yang bisa dikelola oleh BI. Stabilisasi rupiah di zona 17.700 juga didukung oleh aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia setelah yield SBN menarik dibanding negara berkembang lainnya.

Analisis Teknikal β€” Ke Mana Arah Dollar AS?

Dari perspektif teknikal, USD/IDR telah turun dari rekor 18.190 dan kini berada dalam fase koreksi. Support berikutnya terletak di 17.700 – 17.748, sementara resistance jangka pendek berada di 17.850 – 17.920.

Signal Teknikal:

  • Trend: Bearish untuk USD (rupiah menguat) dalam jangka pendek
  • Support: 17.700 / 17.748
  • Resistance: 17.850 / 17.920
  • Momentum: Moderat, didukung oleh stabilisasi fundamental

Prediksi Range Kurs Dollar AS ke Rupiah

SkenarioRangeProbabilitasTrigger
Bearish (Rupiah Menguat)Rp 17.650 – 17.75025%Intervensi agresif BI + masuknya modal asing besar
Base Case (Sideways)Rp 17.750 – 17.85050%Stabilisasi bertahap, volatilitas menurun
Bullish (Rupiah Melemah)Rp 17.850 – 17.95025%Eskalasi geopolitik baru + The Fed hawkish

Rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 17.750 – Rp 17.850 per dolar AS hingga akhir pekan ini, dengan risiko melemah kembali ke 17.900 jika muncul sentimen negatif global yang tidak terduga.

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

  1. Risiko Geopolitik: Eskalasi konflik Timur Tengah bisa mendorong minyak ke level lebih tinggi, memperkuat dolar AS kembali.
  2. Risiko The Fed: Jika data ekonomi AS terus solid, ekspektasi suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dan menarik modal dari emerging markets.
  3. Risiko Domestik: Inflasi yang terus meningkat dan defisit transaksi berjalan yang masih lebar bisa memperlemah fundamental rupiah jangka menengah.

Kesimpulan

Dollar AS hari ini berada di level stabil di kisaran Rp 17.793, jauh lebih rendah dari rekor terburuk Rp 18.190 pada 9 Juni 2026. Pulihnya rupiah sebesar 400+ poin ini menunjukkan bahwa langkah stabilisasi Bank Indonesia mulai berhasil menetralkan tekanan pasar. Namun, pelaku pasar perlu tetap waspada karena volatilitas masih bisa kembali tinggi jika muncul sentimen negatif global.

Gunakan konverter real-time untuk melakukan perhitungan instan, dan pantau pergerakan kurs melalui halaman utama kami.

FAQ β€” Dollar AS Hari Ini

Berapa kurs dollar AS hari ini?

Kurs dollar AS hari ini berada di kisaran Rp 17.725 – Rp 17.815 untuk e-Rate bank, dan Rp 17.793 di pasar spot menurut data Yahoo Finance per 18 Juni 2026.

Apa itu JISDOR BI?

JISDOR adalah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate β€” kurs referensi yang disusun Bank Indonesia berdasarkan transaksi antar bank di pasar spot.

Mengapa rupiah bisa pulih dari 18.190 ke 17.793?

Kombinasi intervensi agresif Bank Indonesia di pasar valas, meredanya eskalasi geopolitik sementara, dan masuknya kembali aliran modal asing ke pasar obligasi Indonesia menyebabkan rupiah menguat kembali.

Apakah BI akan menaikkan suku bunga?

BI diprediksi akan terus meningkatkan intensitas intervensi di pasar valas terlebih dahulu. Kenaikan suku bunga menjadi opsi jika pelemahan rupiah berlanjut ke level di atas 18.000 kembali.

Leave a Comment

Previous

Kurs Dollar 17 Juni 2026: Rupiah Menguat 456 Poin dari Rekor β€” Stabil di 17.715

Next

Dollar AS Hari Ini 19 Juni 2026: Rupiah Melemah ke 17.826 β€” Update Kurs Pagi, BCA e-Rate, dan Analisis Teknikal