Tentang Kurs (Klik untuk membuka/menutup)

Apa itu Kurs?

Kurs atau Exchange Rate (dalam bahasa inggris) adalah nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain dalam satuan unit tertentu. Kurs menunjukkan berapa banyak unit mata uang satu negara yang dibutuhkan untuk membeli satu unit mata uang negara lain.

Sebagai contoh: kurs dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah Indonesia (IDR) adalah 1 USD = 16.000 IDR, maka untuk membeli 1 dolar Amerika Serikat memerlukan 16.000 rupiah.

Nilai Kurs Mata Uang Dollar - Generated By AI
Nilai Kurs Mata Uang Dollar – Generated By AI

Mengapa Kurs itu Penting?

Kurs memiliki peran penting dalam ekonomi global dan domestik karena kurs mempengaruhi berbagai aspek kehidupan ekonomi seperti:

  1. Perdagangan Internasional (Ekspor/Impor).
    Kurs menentukan harga barang dan jasa yang diperdagangkan secara internasional (antar negara). Jika kurs suatu negara menguat (mata uangnya lebih mahal), maka barang yang diimpor akan menjadi lebih murah, tetapi barang yang diekspor akan menjadi lebih mahal bagi pembeli asing. Sebaliknya, jika kurs melemah, ekspor akan menjadi lebih murah (kompetitif), tetapi impor akan menjadi lebih mahal. Sebagai contoh:
    • Jika rupiah Indonesia (IDR) melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD): 1 USD = 17.000 IDR, maka barang impor seperti smartphone, mobil, BBM akan menjadi lebih mahal.
    • Jika rupiah Indonesia (IDR) menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD): 1 USD = 11.000 IDR, maka barang impor akan lebih murah, tetapi barang ekspor seperti kopi, baju, dsbnya, bisa jadi kurang laku karena harganya lebih mahal bagi pembeli asing.
  2. Harga barang di Dalam Negeri dan Daya Beli Masyarakat
    Jika kurs suatu negara melemah, sebagian besar harga barang yang bergantung pada impor (BBM, obat-obatan, dsb) akan menjadi mahal. Dan hal ini akan menyebabkan inflasi serta daya beli masyarakat terhadap barang-barang ini juga akan menurun.
  3. Investasi Asing
    Kurs suatu negara yang stabil dan menguntungkan merupakan hal penting yang menjadi pertimbangan investor asing untuk berinvestasi disebuah negara. Semakin stabil kurs suatu negara akan menarik lebih banyak modal asing yang masuk pada sebuah negara. Jika kurs suatu negara tidak stabil, maka investor asing akan cenderung menarik uang dari indonesia dan hal ini akan berdampak pada penurunan harga saham.
  4. Utang Luar Negeri
    Utang luar negeri akan terasa sangat membebani suatu negara jika kurs negara tersebut melemah. Contoh: jika Indonesia memiliki utang luar negeri dalam bentuk dolar Amerika Serikat dan rupiah sedang melemah, maka utang tersebut akan terasa lebih berat untuk dibayar karena membutuhkan lebih banyak rupiah untuk membayar dalam bentuk dolar.
  5. Pendapatan Ekspor
    Disatu sisi, jika rupiah melemah (1 USD = lebih banyak rupiah IDR), harga ekspor dalam mata uang asing menjadi lebih murah. Hal ini akan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global dan permintaan ekspor akan cenderung naik. Tetapi, sebaliknya, jika rupiah menguat maka hal ini akan membuat barang ekspor menjadi lebih mahal di pasar global dan berpotensi mengurangi permintaan.

Singkatnya, nilai kurs itu seperti termometer ekonomi yang harus selalu dijaga oleh Pemerintah dan Bank Sentral (seperti Bank Indonesia) agar tetap stabil.